Tracker Jelantah / Minyak Goreng
Pakai minyak yang itu-itu lagi tanpa ingat sudah berapa kali? Tracker ini bantu pantau supaya tidak melebihi 3× pakai (Kemenkes RI) yang berisiko bikin senyawa karsinogenik.
Pertanyaan Umum
Kenapa minyak goreng tidak boleh dipakai lebih dari 3×?▾
Setelah 3× pemakaian, minyak mengalami oksidasi tinggi — terbentuk senyawa polar (>25%), trans fat naik, dan acrolein/HNE (4-hydroxynonenal) yang bersifat karsinogenik. Ini standar Kemenkes RI berdasarkan studi food safety.
Bagaimana cara menyimpan minyak yang sudah pernah dipakai?▾
Saring minyak setelah dingin (gunakan kertas penyaring atau saringan halus). Simpan di wadah tertutup rapat, jauhi sinar matahari dan panas. Idealnya simpan di kulkas — bisa awet sampai 1 bulan vs 1 minggu di suhu ruang.
Apakah aman menggabung minyak baru dengan jelantah?▾
Tidak disarankan. Senyawa rusak dari jelantah akan mempercepat oksidasi minyak baru. Lebih baik pakai sampai 3× lalu buang.
Cara membuang jelantah yang benar?▾
JANGAN dibuang ke wastafel — menyumbat pipa. Tuangkan ke wadah bekas (botol plastik), tutup rapat, buang ke sampah. Atau ikut program daur ulang biodiesel/sabun (komunitas Bank Sampah, Pertamina UMKM).
Aplikasi ini menyimpan data di mana?▾
Data tersimpan di localStorage browser kamu (offline, tidak ke server). Hapus data browser = data tracker hilang. Tidak ada akun, tidak ada login. Privacy-first.